Pakar : Imunisasi Saja Tak Cukup Atasi Campak

Sewamobiljogjalepaskunci.id – Pakar kesehatan menilai imunisasi saja tidak cukup untuk atasi wabah campak. Diperlukan kombinasi edukasi, nutrisi, dan pengawasan kesehatan masyarakat.

1. Wabah Campak Masih Jadi Ancaman

Meski dunia kesehatan telah banyak berkembang, wabah campak masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini sangat mudah menular, terutama pada anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Selama ini, imunisasi menjadi langkah utama yang digencarkan pemerintah untuk mencegah penyebaran campak. Namun, sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa imunisasi saja tidak cukup untuk menghentikan penyebaran wabah ini.


2. Pakar: Imunisasi Perlu Didukung Faktor Lain

Seorang pakar kesehatan masyarakat menegaskan bahwa meskipun vaksin campak sangat efektif, penanganan wabah membutuhkan pendekatan lebih komprehensif. Imunisasi memang dapat menurunkan risiko, tetapi masih ada faktor lain yang perlu diperhatikan:

  • Cakupan vaksinasi yang belum merata, terutama di daerah terpencil.
  • Kondisi gizi anak, yang sangat memengaruhi daya tahan tubuh.
  • Kebersihan lingkungan, yang bisa memperparah risiko penularan.
  • Sistem deteksi dini, agar kasus campak bisa segera diidentifikasi dan ditangani.

Tanpa dukungan faktor-faktor tersebut, vaksinasi tidak akan optimal mencegah penularan massal.


3. Masalah Cakupan Vaksinasi

Salah satu kendala terbesar adalah cakupan imunisasi yang tidak merata. Data menunjukkan masih banyak daerah dengan angka vaksinasi campak di bawah target WHO, yakni 95%.

Alasan rendahnya cakupan vaksinasi antara lain:

  • Kurangnya fasilitas kesehatan di pelosok.
  • Minimnya edukasi kepada orang tua.
  • Masih adanya hoaks tentang bahaya vaksin.

Kondisi ini menciptakan celah yang memungkinkan virus campak tetap bertahan dan menyebar.


4. Nutrisi dan Imunitas Anak

Selain imunisasi, status gizi anak berperan penting. Anak dengan gizi buruk atau kekurangan vitamin A lebih rentan terkena campak dan mengalami komplikasi serius.

Karena itu, program perbaikan gizi harus berjalan beriringan dengan vaksinasi. Pemerintah dan masyarakat perlu memastikan bahwa anak-anak mendapatkan makanan bergizi seimbang, terutama protein, vitamin, dan mineral yang menunjang imunitas.


5. Peran Edukasi dan Lingkungan

Pakar juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat tentang gejala campak dan pencegahannya. Orang tua harus memahami tanda-tanda awal seperti demam tinggi, ruam merah, batuk, dan mata merah, agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, kebersihan lingkungan harus dijaga. Lingkungan padat penduduk dengan sanitasi buruk menjadi tempat ideal bagi penyebaran penyakit menular. Upaya menjaga kebersihan rumah, sekolah, dan fasilitas umum sangat krusial.


6. Sistem Pengawasan Kesehatan

Penanganan wabah campak juga membutuhkan sistem pengawasan kesehatan masyarakat yang kuat. Deteksi dini dan pelaporan cepat dari puskesmas serta rumah sakit dapat membantu mencegah penularan lebih luas.

Pemerintah daerah perlu melibatkan kader kesehatan, guru, dan tokoh masyarakat dalam memantau kasus penyakit menular. Dengan demikian, intervensi bisa segera dilakukan sebelum wabah meluas.


7. Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Upaya mengatasi campak tidak bisa hanya bergantung pada program pemerintah. Sinergi masyarakat sangat diperlukan.

  • Orang tua wajib memastikan anak-anak mereka mendapat imunisasi lengkap.
  • Sekolah harus ikut mengedukasi pentingnya kebersihan dan kesehatan.
  • Komunitas lokal bisa menjadi penggerak dalam meningkatkan kesadaran vaksinasi.

Kerja sama ini menjadi kunci untuk membentuk perlindungan komunal (herd immunity).


Kesimpulan

Pernyataan pakar kesehatan bahwa imunisasi saja tidak cukup mengatasi wabah campak adalah pengingat penting. Vaksinasi memang efektif, tetapi harus didukung dengan perbaikan gizi, kebersihan lingkungan, edukasi masyarakat, dan sistem kesehatan yang kuat.

Dengan kombinasi langkah-langkah tersebut, bukan hanya risiko campak yang bisa ditekan, tetapi juga kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan dapat meningkat.

Mungkin Anda Menyukai